Gak Suka Saham IPO: Ini Alasan Lo Kheng Hong dan Warren Buffet


Hei, bro, kalau lo tahu soal investor kawakan macam Warren Buffett sama Lo Kheng Hong, pasti langsung kepikiran saham-saham besar dan canggih yang mereka pegang, kan? Tapi, nih, lo harus tahu satu rahasia dari dua jagoan ini: mereka enggak terlalu suka beli saham IPO, alias saham perusahaan yang baru lepas dari kandang pertamanya.

Jadi begini, ada yang namanya pasar sekunder. Nah, di pasar itu, saham-saham yang sudah melewati IPO itu diperdagangkan, lho. Jadi, intinya, perusahaan udah melepas sahamnya pertama kali lewat IPO, terus saham-saham itu diperjualbelikan di pasar sekunder.

Loh, tapi kenapa sih mereka lebih suka beli saham di pasar sekunder? Simpel, bro! Keduanya punya paham kuat tentang value investing, jadi mereka beli saham yang memenuhi tiga kriteria keren, yaitu kinerja fundamental bagus, prospek masa depan cerah, dan valuasinya murah.

Cuma beli saham yang memenuhi syarat, gak lebih, gak kurang. Kalau saham cuma bagus di satu atau dua kriteria doang, atau malah enggak memenuhi sama sekali, nyaris dipastikan enggak akan dibeli sama mereka, deh.

Baca Juga: 4 Ciri Kamu Memiliki Mindset Orang Kaya

Lo tau enggak, sebenarnya kenapa saham IPO harganya selalu rada mahal? Kita pikir-pikir bareng, ya. Bayangkan aja, lo jadi pemilik perusahaan dan niatin melepas saham lewat IPO. Pasti lo bakal mengincar harga jual yang tinggi dong? Ya iyalah, biar dapet banyak duit! Nah, jadilah valuasi saham IPO itu lebih tinggi daripada saham-saham lainnya.

Tapi tunggu dulu, gak semua saham IPO itu jelek, kok. Memang, banyak yang harganya anjlok banget, sampai bisa merugikan investor. Misalnya, ada kasus PT Envy Technologies Tbk (ENVY), baru IPO tahun 2019, tapi setahun kemudian sahamnya kacau, terlambat rilis laporan keuangan, dan akhirnya disuspen. Bisa-bisa delisting gitu!

Makanya, penting banget buat para investor, termasuk lo, tentunya, buat rajin baca laporan keuangan atau prospektus. Gak cukup tahu prospeknya cerah atau kinerjanya bagus, tapi juga harus bisa ngecek valuasinya.

Nah, lo Kheng Hong tuh juga cerita bahwa dia lebih dari 30 tahun enggak beli saham IPO. Gaya banget, ya? Lo Kheng Hong cuma beli satu saham IPO, itu pun PT Astra International Tbk (ASII) aja, waktu itu tahun 1990. Selebihnya, dia lebih milih beli saham di pasar reguler aja, yang valuasinya lebih bersahabat.

Baca Juga: Cara Hidup Frugal Living Ala Warren Buffet

Yah, gitu deh, bro! Jadi, cerita tentang Warren Buffett sama Lo Kheng Hong yang lebih seneng maen di pasar sekunder, ini bukan tanpa alasan. Mereka tuh value investing banget, jadi gak main beli saham asal-asalan. Gak mau makan saham IPO yang mahal harganya, lebih suka cari saham di pasar sekunder dengan valuasi yang oke. kalo istilahnya Lo Kheng Hong "beli Mercy di harga Bajaj"
Jadi, selamat berinvestasi dengan bijak, ya!

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.